1.
Pengertian.
Combustio adalah luka bakar yang terjadi akibat sentuhan permukaan
tubuh dengan benda yang menghasilkan panas atau yang bersifat membakar.
Combustio adalah luka bakar atau rusaknya lapisan kulit akibat terkena suhu tinggi atau radiasi (jika suhu 45 ‘C atau lebih) yang dapat mengakibatkan reaksi radang atau odem juga luka yang terbuka.
Reaksi radang terjadi karena vaso dilatasi yang disertai pembentukan trombos mikro di pleksus pembuluh darah sub derma. Odem terjadi karena penimbunan cairan pada lapisan sub kutan. Luka yang terbuka terjadi kulit melepuh dan odem dan pecah, luka terbuka sulit untuk sembuh.
2.
Etiologi.
·
Thermia : Suhu tinggi, panas lebih dari 60 ‘C.
·
Elektris : Aliran listrik (arus listrik, petir).
·
Chemical : Bahan kimia (asam sulfat pekat).
3.
Patofisiologi.
Combustio sering mengkibatkan terjadinya
perubahan pada sistem tubuh:
1)
Perubahan Fisiologi Pada Kulit.
·
Hilangnya perlindingan tubuh
terhadap kuman.
·
Cairan tubuh hilang.
·
Daya kontrol suhu kurang.
·
Kelenjar keringat dan sebeceus
rusak.
·
Daya reseptor saraf sensorik
kurang.
2)
Perubahan Cairan dan
Elektrolit.
·
Edema sangat luas.
·
Hypotermik shock.
·
Oliguria.
·
Dehidrasi.
·
Hemokonsentrasi.
3)
Deuresis.
Terjadi perpindaha cairan dari ruang
interstitial ke ruang vaskuler dalam 48 – 72 jam. Kedalaman luka bakar yang digambarkan berdasarkan pada
keadaan cedera.
4.
Manifestasi Klinik.
Kulit terasa panas, berwarna merah,
nyeri, radang , odem, immobilisasi,
kemunginan ada sesak nafas, kencing berkurang, diare, muntah, lemah jantung.
Þ
Terbagi 3 tingkat:
1.
Tingkat Pertama.
·
Hanya mengenai lapisan
epidermis.
·
Kulit kemerahan.
·
Kulit kering.
·
Tidak ada gelembung.
·
Akan sembuh 7 – 10 hari tanpa
bekas.
·
Nyeri karena mengenai saraf
peraba.
2.
Tingkat Kedua.
·
Mengenai struktur kulit yang
besar.
·
Nyeri sangat hebat.
·
Terbentuk bola lebih dari 6 cm.
·
Banyak mengeluarkan plasma dan
elektrolit.
·
Bila pecah kulit berwarna
putih.
3.
Tingkat Ketiga.
·
Mengenai seluruh tebal kulit
sampai tulang.
·
Lesi coklat.
5.
Pemeriksaan Penunjang.
Þ
Pemeriksaan laboratorium.
6.
Penatalaksanaan Medis.
Þ
Infus Rl.
Þ
Zalf Bioplaceton.
Þ
Standacilin 2x80 mg.
Þ
Novalgin 2x1 amp.
Þ
Ulsikur 3x1 amp.
Þ
Kalpicilin.
7.
Diagnosa Keperawatan.
Þ
Gangguan rasa nyaman: nyeri b.
d adanya luka bakar.
Þ
Ganggguan pemenuhan pola tidur
b. d nyeri pada daerah luka bakar.
Þ
Gangguan pola aktifitas b. d
lemahnya tonus otot akibat luka bakar.
8.
Intervensi Keperawatan.
Þ
Kaji status nyeri px.
Þ
Alihkan perhatian px terhadap
rasa nyeri.
Þ
Lakukan perawatan pada px.
Þ
Anjurkan px untuk istirahat.
Þ
Atur posisi px senyaman
mungkin.
Þ
Anjurkan px menggerakkan
pelan-pelan tubuhnya yang terkena luka bakar.
Þ
Anjurkan keluarga px untuk
menciptakan lengkungan yang tenang.
Þ
Berikan obat-obatan sesuai
resep dokter.
9.
Daftar Pustaka.
- ISFI. 2000. ISO Indonesia Edisi Farmakoterapi Volume XXXIII-2000. Jakarta: Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia.
- Syaifuddin, B. Ac. 1994. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
- http://www.nurse-kid.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar